Kerajaan Kutai, Sejarah, Raja, Peninggalan, Kejayaan, Kehidupan

KERAJAAN KUTAI – Seperti kita ketahui, bahwa di Indonesia dahulunya  terdapat banyak kerajaan-kerajaan. Ada kerajaan Hindu, kerajaan Budha, dan kerajaan Islam. Setiap kerajaan memiliki sejarahnya masing- masing.  Pada artikel kali ini, akan dibahas lebih mengenai kerajaan Kutai? Tahukah anda mengenai sejarah kerajaan Kutai tersebut?

Sejarah Kerajaan Kutai

sejarah kerajaan kutai

Kerajaan Kutai Matadipura merupakan kerajaan Hindu yang tertua di nusantara dan bahkan tertua di seluruh Asia Tenggara. Kerajaan Kutai ini terletak di hulu sungai Mahakam di Muara Kaman, Kalimantan Timur (dekat dengan kota Tenggarong).  Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama dari kerajaan ini.

Nama Kutai pada kerajaan ini di berikan para ahli karena kurangnya informasi tentang sumber sejarah kerajaan ini. Nama Kutai sendiri di ambil dari nama tempat di temukan nya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Di tempat tersebut di temukan 7 buah yupa atau tugu bertulis yang semuanya tersusun dalam bentuk syair menggunakan tulisan Pallawa dengan bahasa Sansekerta.

Yupa- yupa yang ditemukan tidak berangka tahun, namun berdasarkan bentuk- bentuk huruf dan bahasa yang di gunakan, di ketahui bahwa kerajaan ini berdiri sekitar abad ke- 4 sampai abad ke- 5.  Ada tujuh buah yupa yang di temukan dan menjadi sumber utama Kerajaan Kutai. Dari salah satu yupa, di ketahui bahwa cikal bakal kerajaan Kutai adalah Kudungga.

Yang kemudian di teruskan oleh Asmawarman. Kerajaan Kutai didirikan oleh Kudungga yang juga bertindak sebagai raja pertama kerajaan tersebut.  Pada mulanya, Kudungga adalah seorang kepala adat yang berpengaruh dan belum memeluk agama Hindu. Hal ini terlihat dari namanya yang asli Indonesia.

Setelah pengaruh Hindu masuk dalam wilayahnya, ia kemudian mengubah pemerintahannya menjadi sebuah kerajaan. Dengan sistem kerajaan yang seperti itu, maka pergantian tahta kerajaan di lakukan secara turun- temurun.Kerajaan Kutai berakhir pada masa pemerintahan Maharaja Dharma Setia. Maharaja Dharma Setia saat itu tewas dalam peperangan dengan Aji Pangeran Anum Panji Mendapa (Raja Kutai Kartanegara ke – 13).

Raja- raja Kerajaan Kutai

1. Maharaja Kudungga

Kudungga adalah raja pertama pada Kerajaan Kutai. Kudungga juga merupakan pendiri kerajaan tersebut. Pada mulanya, Kudungga adalah seorang kepala adat yang saat itu belum memeluk agama Hindu. Nama Kudungga, menurut para ahli  sejarah di tafsirkan sebagai nama asli Indonesia yang belum terpengaruh oleh India.

Sementara nama putera kudungga, Asmawarman, di duga telah terpengaruh oleh agama Hindu. Hal ini didasarkan pada kata warman berasal dari bahasa Sansekerta. Biasanya nama- nama tersebut di gunakan untuk akhiran dari nama masyarakat di India Selatan.

Kudungga mengubah sistem pemerintahannya menjadi sistem  kerajaan setelah masuknya agama Hindu ke wilayahnya. Setelah Kudungga wafat, ia di gantikan oleh putranya yang bernama Asmawarman.

2. Maharaja Asmawarman

Asmawarman merupakan anak yang menggantikan Kudungga. Ketika menaiki tahta, Asmawarman di nobatkan sebagai raja dengan cara Hindu. Sehingga ia adalah raja pertama dari Kerajaan Kutai yang bercorak agama Hindu. Raja Asmawarman di kenal sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai, sehingga di beri gelar Wangsakerta yang mempunyai arti pembentuk keluarga.

Pada masa pemerintahan Maharaja Asmawarman,  ia memperluas wilayah Kutai. Proses perluasan wilayah tersebut diawali dengan upacara aswamedha. Yaitu upacara yang di lakukan untuk menentukan batas kerajaan dengan cara melepaskan kuda dalam jumlah yang banyak.

Lintasan yang di lalui oleh kuda- kuda itulah yang kemudian di jadikan sebagai batas Kerajaan Kutai. Asmawarman mempunyai tiga orang putera. Salah satu putranya yang juga menjadi penerus kekuasaan adalah Mulawarman.

3. Maharaja Mulawarman

Mulawarman, menggantikan posisi ayahnya yaitu Asmawarman sebagai raja di kerajaan Kutai. Raja Mulawarman sering di samakan dengan Ansuman, yaitu Dewa Matahari. Pada masa pemerintahan Mulawarman, ia di kenal sebagai raja terbesar dalam sejarah Kerajaan Kutai.

Mulawarman di kenal sebagai raja yang bijaksana, kuat, dan berkuasa.  Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa ke emasannya. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Sehingga rakyat Kutai hidup dalam sejahtera dan kemakmuran.

Kemajuan kerajaan ini, juga di tandai dengan adanya golongan terdidik. Mereka terdiri atas golongan brahmana dan kesatria yang kemungkinan sudah bepergian ke India atau pusat- pusat penyebaran Agama Hindu di wilayah Asia Tenggara.

Raja Mulawarman terkenal sebagai raja yang arif dan bijaksana. Selain itu Raja Mulawarman juga di kenal dekat dengan rakyatnya.  Ia pernah memberikan sedekah 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Karena kedermawanannya itu, namanya tercatat dalam yupa yang di buat oleh kaum brahmana.  Dalam salah satu yupa, dikatakan bahwa Raja Mulawarman melakukan upacara korban emas yang banyak.

4. Maharaja Irwansyah

5. Maharaja Sri Aswawarman

6. Maharaja Marawijaya Warman

7. Maharaja Gajayana Warman

8. Maharaja Tungga Warman

9. Maharaja Jayanaga Warman

10. Maharaja Nalasinga Warman

11. Maharaja Nala Parana Tungga

12. Maharaja Gadingga Warman Dewa

13. Maharaja Indra Warman dewa

14. Maharaja Sangga Warman Dewa

15. Maharaja Singsingamangaraja XXI

16. Maharaja Candrawarman

17. Maharaja Prabu Nefi Suriagus

18. Maharaja Ahmad Ridho Darmawan

19. Maharaja Riski Subhana

20. Maharaja Sri Lanka Dewa

21. Maharaja Guna Parana Dewa

22. Maharaja Wijaya Warman

23. Maharaja Indra Mulya

24. Maharaja Sri Aji Dewa

25. Maharaja Mulia Putra

26. Maharaja Nala Pandita

27. Maharaja Indra Paruta Dewa

28. Maharaja Dharma Setia

Bukti Sejarah Peninggalan Kerajaan Kutai

bukti sejarah peninggalan kerajaan kutai
satujam.com

Dari sekian banyak kerajaan kerajaan di Indonesia, salah satunya adalah kerajaan Kutai  yang memiliki peninggalan- peninggalan sejarah. Dari peninggalan- peninggalan Kerajaan Kutai, untuk saat ini kita bisa melihatya di Museum Nasional yang berada di Jakarta, dan Museum Mulawarman yang berada di Tenggarong Kalimantan Timur. Beberapa peninggalan dari Kerajaan Kutai diantaranya adalah sebagai berikut:

Tujuh buah Yupa yang  telah di temukan doi sekitar Muara kaman

Yupa adalah tugu batu yang biasa di gunakan untuk upacara persembahan.  Tujuh yupa inilah yang menjadi sumber informasi mengenai Kerajaan Kutai.

1. Kalung Cina dari Emas

2. Arca Bulus

3. Dua Belas Arca Batu yang di temukan di Gua Gunung Kombeng

4. Sebuah arca Budha yang terbuat dari perunggu

5. Ketopong Sultan

Benda yang di temukan di area Muara Kaman Kartanegara pada tahun 1890. Benda ini di yakini sebagai mahkota Sultan Kerajaan Kutai yang terbuat dari emas.  Berat dari Ketopong sultan ini mencapai 1,98 kg dan saat ini di simpan di Musium Nasional yang berada di Jakarta.

Kalung Ciwa

kalung ciwa
sejarahlengkap.com

Kalung Ciwa yang merupakan peninggalan sejarah dari kerajaan kutai yang di temukan pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman.  Penemuan di terjadi pada tahun sekitar 1890 di sekitar Danau Lipan oleh seorang penduduk. Sampai saat ini, kalung Ciwa ini masih ada.

Kalung Uncal

kalung uncal
sejarahlengkap.com

Kalung Uncal merupakan kalung yang terbuat dari emas dengan berat 170 kg. kalung ini di hiasi oleh liontin yang berelief cerita Ramayana. Kalung ini, di duga berasal dari india. Kalung ini mulai di gunakan oleh Sultan Kutai Kartanegara setelah berhasil menaklukkan Kutai Martadipura.

Saat ini, hanya ada dua kalung uncal di dunia, yang satu berada di India dan satunya berada di Museum Mulawarmn, Kota Tenggarong.

Kura- kura emas

kura kura emas
www.dictio.id

Benda yang saat ini berada di museum Mulawarman ini dan mempunyai ukuran sebesar setengah kepalan tangan. Menurut cerita, benda ini di temukan  di daerah yang terletak di hulu sungai Mahakam, yaitu daerah Long Lalang. Ada yang menyebutkan bahwa benda ini merupakan persembahan dari seorang pangeran dari Kerajaan di China bagi sang puteri Kutai.

Pedang Sultan Kutai

pedang sultan kutai
www.liputan6.com

Pedang ini merupakan pedang yang terbuat dari emas. Pada gagang pedang ini, ada ukiran  gambar seekor harimau yang sedang siap untuk merekam. Pada ujung sarungnya, ada hiasan ukiran seekor buaya. Saat ini, benda ini di abadikan di museum Nasional Jakarta.

Tali Juwita

tali juwita
manusiawajibpintar.blogspot.com

Tali juwita merupakan peninggalan  kerajaan Kutai yang di buat dari benang  sebanyak 21 helai. Peninggalan ini menyimbolkan tentang 7 muara dan 3 anak sungai (sungai Kelinjau, Belayan, dan Kedang Pahu). Tali Juwita ini biasanya di gunakan dalam upacara adat Bepelas.

Keris bukit

keris bukit
sejarahlengkap.com

Keris bukit merupakan keris yang di gunakan oleh sang permaisuri Raja Kutai Kartanegara, yaitu Permaisuri  Aji Putri Karang Melenu. Menurut cerita, sang permaisuri dulunya di temukan di dalam sebuah gong yang hanyut di atas balai bamboo. Dalam gong yang di temukan, terdapat pula telur ayam dan juga keris.

Kelambu Kuning

kelambu kuning
balubu.com

Kelambu kuning  di gunakan oleh masyarakat Kutai untuk menyimpan benda benda yang bertujuan agar benda tersebut terhindar dari tuah dan bala yang di timbulkan dari benda tersebut. Benda- benda tersebut antara lain tajau, sangkoh piatu, kelengkang besi, gong raden galuh, arca singa, gong bende, dan Keliau Aji Siti Berawan.

Singgasana Sultan

singgasana sultan
naldoleum.blogspot.com

Singgasana sultan ,saat ini di simpan di dalam Museum Mulawarman. Dahulunya, singgasana tersebut di gunakan oleh Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sultan Aji Muhammad Parikesit, dan raja- raja Kutai sebelumnya.  Pada singgasana ini terdapat pula umbul- umbul, payung, dan peraduan pengantin Kutai Keraton.

Meriam Kerajaan Kutai

meriam kerajaan kutai
wowasikmya.com

Kerajaan Kutai juga meninggalkan meriam yang di gunakan sebagai sistem pertahanan kerajaan yang kuat. Ada empat jenis meriam yang di miliki kerajaan Kutai dan masih ada hingga kini.  Empat meriam tersebut bernama antara lain Meriam Sapu Jagat, Meriam Gentar Bumi, Meriam Sri Gunung, dan Meriam Aji Entong.

Tombak Kerajaan Majapahit

tombak kerajaan majapahit
sahare.nalhacker.com

dari peninggalan ini, bisa menandakan bahwa dahulunya antara Kerajaan Mataram dan Kerajaan Majapahit  mempunyai hubungan yang erat. Tombak- tombak itu, telah ada sejak dahulu di Muara Kaman. Tombak – tombak tersebut berasal dari kerajaan Majapahit.

Keramik Kuno Tiongkok

keramik kuno tiongkok
www.harnas.co

Keramik keramik ini di temukan tertimbun di daerah sekitar danau Lipan. Ratusan keramik tersebut di perkirakan bahwa berasal dari kekaisaran China dari berbagai Dinasti.  Ratusan keramik ini saat ini di simpan di ruang bawah tanah museum Mulawarman. Adanya peninggalan ini menandakan bahwa antara Kerajaan Kutai dengan Kekaisaran China pernah melakukan hubungan perdagangan.

Gamelan Gajah Prawoto

gamelan gajah prawoto
share.nelhacker.com

Gamelan gajah prawoto di yakini berasal dari Pulau Jawa. Saat ini, gamelan gamelan tersebut berada di museum Mulawarman.  Selain gamelan, ada pula beberapa topeng, pangkon, keris,, wayang kulit dan barang barang lainnya. Dari peninggalan tersebut, dapat di perkirakan  bahwa Kerajaan Kutai juga menjalin hubungan baik dengan kerajaan – kerajaan di Jawa.

Kehidupan Politik Kerajaan Kutai

kehidupan politik kerajaan kutai
maupintaraja.blogspot.com

Kudungga adalah raja pertama yang memerintah Kerajaan Kutai. Di samping itu, Kudungga merupakan pendiri adanya kerajaan Kutai. Pemerintahannya di teruskan oleh putranya yang bernama Asmawarman yang  merupakan raja Kutai yang pertama kali di pengaruhi oleh Agama Hindu. Kerajaan Kutai mencapai masa kejayaan dan keemasan di bawah pemerintahan cucu dari Kudungga, yaitu Maharaja Mulawarman.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kutai

kehidupan ekonomi kerajaan kutai
falah-kharisma.blogspot.com

Kutai yang terletak di pinggir sungai, mendorong masyarakatnya mengembangkan pertanian. Selain pertanian, mereka juga melakukan kegiatan berdagang. Bahkan di perkirakan sudah terjadi hubungan dagang dengan wilayah dari luar.

Jalur perdagangan  Internasional saat itu dari India melewati selat Makassar, terus ke Filipina dan sampai ke China. Dalam pelayarannya tersebut, di mungkin kan para pedagang singgah terlebih dahulu di Kutai untuk menjual dan membeli barang dagangan sekaligus menyiapkan perbekalan pelayaran.

Pada salah satu prasasti yang ditemukan, menyebutkan bahwa Raja Mulawarman pernah mengadakan upacara korban emas . selain itu, raja Mulawarman juga menghadiahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum golongan Brahmana.

Namun tidak di ketahui secara pasti dari mana asal emas emas tersebut. Entah di datangkan dari India atau hasil tambang di bumi Kutai. Begitu pula dengan sapi dan kuda apakah merupakan hasil dari ternak kerajaan ataukah hasil ternak dari rakyat atau bahkan di datangkan dari tempat lain.

Kehidupan Sosial Kerajaan Kutai

kehidupan sosial kerajaan kutai
sijai.com

Kehidupan sosial di Kerajaan Kutai di tandai dengan adanya pembagian golongan masyarakat. Yaitu golongan Brahmana dan Kesatria. Golongan Brahmana menduduki  status paling tinggi yang menguasai bahasa Sansekerta dan Huruf Pallawa dan menjadi pemimpin ketika di adakan ritual keagamaan.

Golongan Kesatria terdiri atas kaum  bangsawan atau biasanya kaum kerabat kerajaan. Di luar dua golongan tadi, ada golongan rakyat yang masih tetap memegang tradisi dari nenek moyang terdahulu.

Kehidupan Budaya Kerajaan Kutai

kehidupan budaya kerajaan kutai
sijai.com

Yupa merupakan bentuk kebudayaan material yang berbentuk tugu persembahan. Yupa di duga kuat merupakan variasi dari menhir dan merupakan kelanjutan dari kebudayaan Megalithikum. Salah satu yupa menyebut kata Vaprakecvara (baca: Waprakerwara).

Vaprakervara merupakan tempat pemujaan Dewa Syiwa. Penduduk Kerajaan kutai memang memeluk Agama Hindu Syiwa. Agama ini oleh raja Asmawarman dan Mulawarman di jadikan sebagai agama resmi kerajaan.

Kehidupan Keagamaan Kerajaan Kutai

kehidupan keagamaan kerajaan kutai
baabun.com

Kehidupan masyarakat Kutai mendapat pengaruh agama Hindu. Hal ini di buktikan dengan adanya hubungan yang erat antara Raja Mulawarman dan para Brahmana serta adanya pembangunan tempat suci yang bernama wapakeswara untuk menghormati dewa- dewa dalam agama Hindu.

Kejayaan Kerajaan Kutai

kejayaan kerajaan kutai
share.nelhacker.com
  • Masa kejayaan Kerajaan Kutai Hindu adalah pada masa pemerintahan Raja Mulawarman yang merupakan cucu dari pendiri kerajaan tersebut. Hal ini di ketahui dari  prasasti Yupa yang telah di temukan
  • Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam merangkum sejarah Kerajaan Kutai
  • Dari salah satu yupa tersebut, dapat di ketahui bahwa raja yang memerintahkan saat itu adalah Maharaja Mulawarman
  • Nama Mulawarman di catat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana (pendeta agama hindu)
  • Prasasti Yupa tersebut berisi :

“Sang maharaja Kudungga, yang amat mulia, mempunyai putra yang masyhur, Sang Asmawarmman namanya, yang seperti Angsuman (dewa Matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang Asma warman mempunyai tiga orang putera, seperti api (yang suci).

Yang terkemuka dari ketiga putra itu adalah sang Mulawarman, raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa. Sang  Maha Raja Mulawarman telah mengadakan kenduri (selamatan yang dinamakan) emas amat banyak. Untuk peringatan kenduri (selamatan) itulah tugu batu ini di dirikan oleh para brahmana.”

Runtuhnya Kerajaan Kutai

runtuhnya kerajaan kutai
ibnuasmara.com

Kejayaan Kerajaan Kutai di bawah Dinasti Kudungga meredup di balik kegemilangan kerajaan- kerajaan besar lainnya, seperti Majapahit dan Singasari.  Kerajaan ini seakan – akan tidak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing hingga kerajaan ini berakhir.

Kerajaan Kutai berakhir  dalam pemerintahan Raja yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara yang ke – 13 yaitu Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Yang di maksud disini adalah kerajaan Kutai Martadipura, yang berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukota pertama kalinya berada di Kutai lama (Tanjung Kute).

Kutai Kartanegara inilah yang pada tahun 1365 M, di sebutkan dalam sastra Negara kertagama. Kutai kartanegara pada masa selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang di sebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

Sekian artikel  yang sedikit menerangkan tentang Kerajaan Kutai. Semoga artikel ini dapat meningkatkan wawasan pembaca  seputar sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di nusantara. Semoga artikel bermanfaat.

Leave a Comment