Pengalaman Menjadi Pasukan Pengibar Bendera Di Bali

17 Agustus merupakan salah satu masa dimana Indonesia merayakan kemerdekaannya dengan melakukan upacara bendera. Hal itu juga menjadikan pengalaman untukku dimana aku dan teman – teman yang lain dipercaya untuk bertugas sebagai pasukan pengibar bendera. Yang menjadi spesial di sini adalah kami semua dipercaya sebagai paskibraka di Pulau Bali, lebih tepatnya di Grand Inna Bali Beach Hotel. Perasaan kami pada waktu itu tentu saja sangat senang dan bangga karena dapat mewakili kampus untuk mengibarkan bendera merah putih di Hotel tersebut dan disaksikan oleh masyarakat Bali serta banyak turis asing yang sedang liburan di Bali. Pada saat itu kami menjadi pusat perhatian dan banyak orang mengaguminya, tentunya membuat kami semua merasa bangga dan berhasil dalam mengibarkan bendera merah putih.

Sebelum berhasil mengibarkan bendera merah putih di Grand Bali Beach Hotel tersebut tentu saja ada banyak hal yang dilalui, perjuangan kami untuk bisa mengibarkan bendera dengan sukses terbilang cukup berat, terlebih lagi pada saat itu sedang bulan puasa ramadhan. Jadi waktu latihan selama satu bulan penuh kami semua sedang berpuasa. Untuk latihannya sendiri pada dasarnya sama dengan latihan baris berbaris pada umumnya, namun yang membedakan adalah waktu itu matahari terasa terik dan karena sedang berpuasa membuat tubuh terasa lemas dan haus. Namun karena sudah menjadi tanggung jawab karena kami sudah dipercaya untuk mengibarkan bendera merah putih di Bali, tentunya harus dilakukan semaksimal mungkin saat latihan.

Satu bulan berlalu, hari yang dinantikan akhirnya tiba, rombongan dari kampus tercinta Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta akhirnya berangkat ke Pulau Bali. Di perjalanan juga terasa cukup melelahkan mengingat kami semua berpuasa. Tetapi rasa lapar dan haus tak menyurutkan niat kami untuk berpuasa dan menjalankan tugas serta tanggung jawab menjadi pasukan pengibar bendera.

Setelah sampai di Bali, kamipun hanya mempunyai waktu 1 hari lagi untuk latihan, dan setelah hari yang ditunggu tiba, yaitu tanggal 17 Agustus 2011. Di hari itu kamipun melakukan tugas mengibarkan bendera semaksimal mungkin dan ternyata bisa sukses bahkan banyak turis asing yang mengabadikan momen tersebut. Setelah upacara bendera selesai, kamipun merasa senang dan lega. Dan pada akhirnya kamipun diajak liburan selama 2 hari di Bali oleh pihak kampus sebelum pulang lagi di Jogja. Pengalaman tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan untuk saya dan teman – teman yang lain.

Unsur Intrinsik Cerpen:

Tema : Pengalaman pribadi

Amanat : Dalam hidup selalu ada perjuangan dan harus menyelesaikan tugas dan tanggung jawab semaksimal mungkin.

Alur : Campuran

Sudut pandang : Diri sendiri karena merupakan pengalaman pribadi

Leave a Comment