Penyimpangan Sosial, Pengertian, Jenis, Bentuk, Teori Dan Penyebabnya

Penyimpangan Sosial – Pada zaman sekarang, semakin terasa banyak sekali generasi muda yang telah mengalami penyimpangan sosial. Namun, yang menjadi permasalahan yaitu banyak sekali orang yang tidak menyadari bahaya dari jenis penyimpangan sosial ini. Bahkan, jika tidak segera dilakukan upaya pencegahan yang cukup serius dan nyata, dikhawatirkan kedepannya Bangsa Indonesia menjadi sangat memprihatinkan, dikarenakan generasi mudanya.

Maka dari itu, kiranya sangat penting bagi kita untuk mengetahui segala informasi tentang penyimpangan sosial ini, baik dari pengertian, teori, penyebab, bentuk dan contoh hingga upaya untuk pencegahannya. Langsung saja tidak perlu bertele-tele. Simak saja penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Penyimpangan Sosial

pengertian penyimpangan sosial
devihapsari19.com

Penyimpangan sosial berasal dari dua kata yang mempunyai arti yang saling berkaitan, yaitu penyimpangan dan sosial. Secara umum, penyimpangan sosial ini bisa diartikan sebagai suatu tindakan yang menyimpang dari norma-norma sosial yang ada.

Penyimpangan ini bisa jadi menimbulkan usaha dari pihak yang mempunyai wewenang dalam sistem sosial untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang tersebut. Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian penyimpangan sosial ini, berikut ini terdapat pengertian penyimpangan sosial menurut para ahli:

  • Pengertian penyimpangan sosial menurut Robert M.Z Lawang

Robert M.Z Lawang mendefinisikan tentang istilah penyimpangan sosial dengan semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam sistem itu (sosial).

  • Pengertian penyimpangan sosial menurut Bruce J.Cohen

Penyimpangan sosial yang dikemukakan oleh Bruce J.Cohen meliputi setiap perilaku yang tidak berhasil dalam menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu.

  • Pengertian penyimpangan sosial menurut Becker

Becker mengemukakan bahwa penyimpangan sosial bukanlah merupakan kualitas yang dilakukan seseorang, tapi konsekuensi dari adanya suatu peraturan dan penerapan sanksi yang dilakukan oleh orang lain terhadap pelaku tindakan tersebut.

  • Pengertian penyimpangan sosial menurut Ronald A. Hodert

Penyimpangan sosial menurut Ronald A.Hodert adalah suatu tindakan yang melanggar keinginan bersama. Karena alasan tidak sesuai dengan kebiasaan yang terjadi di dalam masyarakat itulah maka pelaku tindakan tersebut bisa dikenai sanksi.

  • Pengertian penyimpangan sosial menurut Paul B. Horton

Penyimpangan sosial mencakup setiap perilaku yang dinyatakan sebagai tindak pelanggaran terhadap norma-norma yang berlaku di suatu kelompok atau masyarakat.

  • Pengertian penyimpangan sosial menurut James Vender Zenden

James Vender Zenden mengartikan penyimpangan sosial sebagai sebuah perilaku yang dianggap sebagai sesuatu yang tercela yang berada di luar batas-batas toleransi yang dikukuhkan oleh sebagian besar orang atau warga setempat.

Bentuk dan Contoh Penyimpangan Sosial

bentuk dan contoh penyimpangan sosial
saatsantai.com

Setelah mengetahui pengertian penyimpangan dari para ahli, rasanya kurang lengkap jika kita tidak mengetahui seperti apa contoh penyimpangan sosial itu. Nah, berikut ini bentuk penyimpangan sosial yang terbagi menjadi dua macam sekaligus dengan contohnya, yaitu:

Berdasarkan sifatnya :

Bentuk penyimpangan sosial yang berdasarkan sifatnya terbagi menjadi 2, yaitu:

  • Penyimpangan sosial bersifat positif

Penyimpangan sosial bersifat positif yaitu segala tindakan yang berhubungan dengan perilaku menyimpang, namun yang membawa hasil yang positif. Penyimpangan ini baik yang dilakukan oleh perorangan maupun kelompok. Contohnya yaitu inovasi-inovasi yang diberikan oleh anak muda dalam metode pemungutan sumbangan.

  • Penyimpangan sosial bersifat negative

Penyimpangan sosial bersifat negative yaitu segala tindakan yang menghasilkan hal-hal buruk yang tidak diterima oleh masyarakat. Penyimpangan sosial yang bersifat negative ini dibedakan menjadi dua,seperti berikut ini:

  • Penyimpangan negatif primer

Penyimpangan negative primer yaitu suatu tindakan penyimpangan sosial yang dilakukan oleh seseorang, namun hanya bersifat sementara. Dengan kata lain, tindakan tersebut tidak dilakukan lagi atau berulang-ulang. Penyimpangan dengan jenis ini masih bisa ditolerir oleh masyarakat. Contoh mudahnya seperti tidak membayar pajak tepat waktu, siswa tidak mengerjakan tugas sekolah dan lain sebagainya.

  • Penyimpangan negatif sekunder

Penyimpangan negative sekunder yaitu sebuah tindakan penyimpangan sosial yang bersifat nyata dan seringkali terjadi, sehingga identik dengan perbuatan yang dilakukan secara khas memperlihatkan perilaku menyimpang.  Contohnya seperti mabuk-mabukan, perampokan, dan semua tindakan kriminalitas.

Berdasarkan pelakunya :

Penyimpangan sosial berdasarkan pelakunya di bagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut:

  • Penyimpangan sosial yang dilakukan satu orang (individual).

Tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh satu orang tanpa melibatkan orang lain. misalnya seperti perilaku membangkang atau melanggar peraturan-peraturan.

  • Penyimpangan sosial yang dilakukan sekelompok orang (kelompok).

Penyimpangan yang dilakukan oleh orang-orang yang mematuhi norma suatu kelompok.Namun, yang menjadi permasalahan yaitu kelompok tersebut membawanya pada perbuatan yang merugikan masyarakat luas. Contohnya bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris ISIS.

  • Penyimpangan sosial campuran

Penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang taat terhadap suatu kelompok yang bergerak dengan rapi dan tidak terbaca. Contohnya pelajar sering membolos di waktu jam belajar, kemudian di keluarkan dan malah masuk ke dalam kelompok remaja nakal yang membawanya ikut dalam kenakalan remaja.

Berdasarkan tindakan yang dilakukan :

Penyimpangan sosial berdasarkan tindakan yang dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Tindakan non-conform

Tindakan non-conform yaitu tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang telah berlaku di suatu tempat seseorang tersebut tinggal. Misalnya pelajar yang tidak memakai seragam sekolah.

  • Tindakan anti-sosial

Tindakan anti-sosial yaitu tindakan melawan kebiasaan masyarakat atau kepentingan umum. Misalnya bunuh diri dan menarik diri dari pergaulan.

  • Tindakan kriminal

Tindakan kriminal yaitu perilaku penyimpangan sosial yang melanggar hukum yang sudah tertulis. Tindakan ini bisa menimbulkan efek yang besar bagi masyarakat. Misalnya yang sering terjadi saat ini yaitu korupsi, pembunuhan dan perkosaan.

Jenis-Jenis Penyimpangan Sosial

Jenis-Jenis Penyimpangan Sosial
www.gubukbelajar.com
  • Kenakalan remaja

Kenakalan remaja merupakan jenis tindakan penyimpangan sosial yang dilakukan oleh para remaja atas norma yang telah berlaku. Contohnya seperti mabuk-mabukan, tawuran dan balap di jalanan.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi remaja melakukan penyimpangan, seperti berikut ini:

  1. Tidak adanya keharmonisan di lingkungan keluarga
  2. Kurangnya wadah untuk pengembangan diri untuk remaja
  3. Lingkungan masyarakat yang tidak sehat.
  4. Adanya situasi yang tidak menentu.

Usia remaja adalah usia dimana anak menginjak masa pubertas. Pada masa-masa ini, remaja sedang mencari jati diri. Sayangnya dalam proses pencarian jati diri ini banyak memunculkan beragam tindakan yang kurang menyenangkan. Seperti ingin menjadi jagoan, solidaritas sosial terhadap kawan yang melewati batas dan eksistensinya yang buruk justru yang ingin diketahui banyak orang.

  • Penyalahgunaan narkotika

Pada hakikatnya, narkotika merupakan obat-obatan yang jika digunakan sesuai dengan resep dan petunjuk dokter bisa menjadi obat untuk menyembuhkan penyakit. Namun, sangat disayangkan jika saat ini banyak orang yang menyalahgunakannya.

Tentunya, penyalahgunaan ini termasuk dalam tindakan penyimpangan sosial karena bisa menyebabkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain.

Dewasa ini, terdapat beberapa macam narkotika. Salah satunya yaitu narkotika yang memerlukan jarum suntik dalam penggunaannya. Jarum suntik yang digunakan secara bersama-sama ini beresiko menyebabkan tertularnya penyakit AIDS. Seperti yang kita tahu bahwa AIDS ini termasuk penyakit yang paling mematikan di dunia dan sampai saat ini belum ditemukan obat yang efektif untuk menyembuhkannya.

Maka dari itu sangat penting untuk menjauhkan para remaja Indonesia. Hal ini bertujuan agar Indonesia menjadi lebih maju karena memiliki generasi bangsa yang sehat.

  • Tindakan kriminal

Tindakan kriminal terjadi karena adanya sifat kondisional. Jelas sekali jika salah satu bentuk penyimpangan sosial ini bukan merupakan bawaan dari lahir. Parahnya, semakin hari, tindakan kriminal ini semakin meningkat dari segi kualitas dan kuantitas. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, seperti:

  • Keadaan ekonomi yang tidak bersahabat.
  • Angka pengangguran yang sangat tinggi.
  • Adanya kecemburuan sosial.
  • Memiliki rasa ingin menyelesaikan masalah dengan cepat.

Sementara itu, tindakan kriminal yang dilakukan oleh satu orang atau individu, biasanya terjadi karena beberapa faktor, seperti berikut ini:

  • Alasan psikologis

Seseorang yang melakukan tindakan kriminal sering kali disebabkan karena faktor psikologisnya, misal marah, dendam, sakit hati, putus asa dan keadaan bingung. Contoh dari kasus tindakan kriminal yang dilakukan karena faktor psikologis yaitu seperti yang tertuang dalam film Catatan Akhir Sekolah. Pada film ini, seorang murid cupu yang sering diejek dan di buly oleh teman-temannya, sehingga berakhir dengan dendam dan penyekapan.

  • Alasan biologis

Dalam tindakan kriminal yang disebabkan karena biologis mencakup kebutuhan untuk makan. Tindakan kriminal ini adalah alasan yang paling sering dijumpai pada kasus-kasus kejahatan. Misalnya saja orang yang kelaparan karena dalam beberapa hari tidak jua menemukan makanan untuk dimakan terdorong untuk mencuri makanan milik orang lain.

Teori Penyimpangan Sosial

teori penyimpangan sosial
www.lintasjari.com

Ada beberapa ahli sosiologi yang menguraikan tentang teori-teori dari penyimpangan sosial, seperti berikut ini:

  • Edwin H. Sutherland

Menurut E. H. Sutherland penyimpangan sosial berasal dari pergaulan yang berbeda. Contohnya adalah seseorang yang memakai dan kecanduan narkoba karena ia berteman dengan pecandu narkoba. Teori penyimpangan sosial yang dikemukakan oleh E.H. Sutherland ini disebut dengan teori pergaulan berbeda atau teori differential association.

  • E.M Lemert

Teori penyimpangan sosial menurut E.M Lemert adalah seseorang yang telah melakukan tindakan penyimpangan pada tahap primer dan diganjar oleh masyarakat dengan menjulukinya sebagai pelaku penyimpangan. Sehingga, pelaku cenderung akan mengulangi atau meneruskan tindakan menyimpangnya tersebut. Alasan yang sering kali digunakan yaitu karena telah kepalang basah. Teori ini disebut juga dengan teori labelling atau pemberian julukan.

Contoh teori dari E.M Lemert yaitu seseorang yang baru pertama mencuri dan ketahuan. Sekalipun baru sekali mencuri dan setelah itu tidak mencuri lagi, namun sudah langsung dijuluki dengan si pencuri oleh masyarakat. sehingga, pelaku tersebut termotivasi untuk melakukan aksi mencuri lagi.

  • Emile Durkeim

Teori yang dikemukakan oleh Emil Durkeim ini dijuluki dengan teori fungsi. Maksud dari teori ini karena tercapainya sebuah kesadaran moral dari semua anggota masyarakat yang terjadi karena beberapa faktor, seperti berikut ini:

  • Keturunan
  • Perbedaan lingkungan fisik
  • Lingkungan sosial.

Menurut pencetus teori penyimpangan sosial ini, tindakan kriminal diperlukan agar moralitas dan hukum bisa berkembang secara normal.

  • Robert K. Merton

Teori penyimpangan sosial dari R. K. Merton mencakup beberapa bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu, seperti:

  • Ritualisme merupakan tindakan seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya tapi masih tetap berpegang pada cara-cara yang telah digariskan oleh masyarakat.
  • Pemberontakan (Rebellion) adalah penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai upaya untuk melembagakan tujuan dan cara baru.
  • Pengunduran atau pengasingan diri (Retreatisme) merupakan perilaku meninggalkan, baik untuk tujuan konvensional atau cara pencapaian konvensional, sebagaimana yang dilakukan oleh para pelaku penyimpangan sosial.
  • Inovasi adalah tindakan mengikuti tujuan yang ditentukan oleh masyarakat, tetapi dalam pelaksanaan memakai cara yang dilarang oleh masyarakat dengan melakukan tindakan kriminal.
  • Media pembentukan perilaku menyimpang adalah perilaku menyimpang yang dilakukan oleh seseorang terjadi karena adanya media yang menjadi pencetus sekaligus yang mendorong terbentuknya kepribadian yang menyimpang.
  • Konformitas merupakan perilaku menyimpang dengan cara mengikuti tujuan dan cara yang telah ditentukan oleh masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.

Penyebab Penyimpangan Sosial

penyebab penyimpangan sosial

Wilnes menjelaskan dalam bukunya yang berjudul “Punishment and Reformation” mengenai sebab-sebab terjadinya penyimpangan. Menurut Wilnes, terdapat beberapa faktor penyebab penyimpangan sosial yang disebabkan karena dua hal, yaitu:

Faktor Subjektif

Faktor subjektif yaitu faktor yang berasal dari diri pribadi pelaku penyimpangan sosial tersebut. Adapun, contoh faktor subjektif, yaitu:

  • Intelegensia atau tingkat kecerdasan

Semakin tinggi tingkat intelegensia atau tingkat kecerdasan yang dimiliki seseorang, maka seseorang tersebut mempunyai peluang yang lebih kecil untuk melakukan tindakan penyimpangan sosial. Hal ini disebabkan karena tingkat kecerdasan seseorang bisa mempengaruhi daya tangkap seseorang untuk menerapkan aturan-aturan yang sedang berlaku di dalam masyarakat.

  • Usia

Pelaku penyimpangan sosial saat ini lebih banyak dilakukan oleh anak usia remaja. Mengapa demikian? Karena pada usia ini seseorang sedang mencari jati diri untuk hidup.

  • Jenis kelamin

Jenis kelamin merupakan salah satu faktor internal seseorang dalam melakukan tindakan penyimpangan sosial. Faktanya, dalam hal ini laki-laki lebih banyak melakukan penyimpangan dari pada perempuan.

  • Kedudukan dalam keluarga

Bagaimana cara seseorang diperlakukan di dalam keluarganya juga bisa menjadi faktor penyebab seseorang melakukan penyimpangan sosial. Misalnya saja anak-anak korban dari broken home lebih banyak melakukan penyimpangan ini.

Faktor Objektif

Faktor objektif yaitu faktor yang berasal dari lingkungan. Misalnya berikut ini:

  • Ketidak sanggupan menyerap norma-norma kebudayaan.

Apabila jika seseorang tidak mampu menyerap norma-norma yang berlaku di masyarakat, kemungkinan besar ia tidak akan bisa membedakan mana tindakan yang pantas atau tidak pantas untuk dilakukan di masyarakat.

  • Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial.

Maksud dari ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial yaitu ketika seseorang mempunyai tujuan atau impian, namun ia tidak memperoleh peluang atau tidak bisa mewujudkan impiannya. Sehingga, orang tersebut melakukan perilaku menyimpang untuk mencari jalan pintas.

  • Proses belajar yang menyimpang

Maksudnya, perilaku penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari apa yang ia pelajari. Contohnya seseorang yang sering menonton ataupun membaca konten negatif, maka akan lebih cenderung melakukan hal tersebut.

  • Ikatan sosial

Perilaku penyimpangan sosial bisa disebabkan karena adanya ikatan sosial antara satu individu dengan suatu kelompok. Jika kelompok tersebut sering melakukan perilaku menyimpang, maka individu yang masuk ke dalam kelompok tersebut cenderung akan meniru perilaku yang dilakukan kelompok tersebut.

Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial

Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial
abiummi.com

Penyimpangan sosial tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, namun juga bisa merugikan masyarakat luas. Terutama yang terkena dampak langsung dari tindakan penyimpangan tersebut. Nah, jika lama kelamaan tidak ada penanganan, maka penyimpangan sosial ini bisa merambah menjadi lebih besar dengan kadar tingkat kerugian juga semakin besar.

Maka dari itu, perlu diadakan upaya dalam pencegahan perilaku penyimpangan sosial. Upaya pencegahan ini bisa dilakukan dengan adanya pendekatan-pendekatan yang dimulai dari kelompok terkecil dan terdekat, seperti berikut:

  • Pendekatan keluarga

Keluarga adalah pintu gerbang atau sebagai langkah awal dari proses sosialisasi dalam proses pembentukan kepribadian seseorang. Seseorang yang lahir dan tumbuh berkembang di lingkungan keluarga yang positif, kemungkinan besar ia akan mempunyai kepribadian yang lebih baik.

Sebaliknya, jika seseorang yang lahir dan tumbuh berkembang di lingkungan keluarga yang negatif dan buruk, maka kemungkinan besar ia juga akan mempunyai kepribadian yang buruk yang bisa memicu timbulnya dorongan untuk melakukan penyimpangan sosial yang besar. Dengan kata lain, peran keluarga sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh seorang anak, apalagi anak tersebut masih menginjak remaja. Karena, pada saat ini terjadi proses pencarian jati diri.

  • Pendekatan sekolah

Bagi anak-anak dan remaja, sekolah merupakan rumah kedua. Selain sebagian besar waktu yang dimiliki oleh anak dan remaja dihabiskan di sekolah untuk menuntut ilmu, di sekolah mereka juga seharusnya mendapatkan pendidikan moral.

Pihak sekolah yang peduli dengan masa depan murid-muridnya, akan lebih berhasil mencetak alumni yang berkualitas. sehingga, pihak sekolah juga perlu bekerja sama dengan pihak keluarga anak tersebut.

  • Pendekatan lingkungan atau sosial

Lingkungan atau sosial memang sangat berpengaruh terhadap terbentuknya watak serta kepribadian dari seseorang. Karena dari lingkungan inilah seseorang dituntut agar bisa beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya. Selain itu, dari lingkungan inilah seseorang dituntut agar bisa beradaptasi secara baik dengan teman sepergaulannya.

  • Faktor media massa

Media massa merupakan wadah bersosialisasi yang bisa mempengaruhi kehidupan seseorang. Maka dari itu, setiap orang harus bisa memilah-milah mana media massa yang bisa memberikan informasi yang lebih bermanfaat atau yang bersifat positif.

Tindakan memilih dan memilah ini mempunyai tujuan agar Anda bisa terhindar dari penyimpangan sosial yang saat ini sering terjadi. Dengan mengetahui hal ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat sadar akan pentingnya hidup lurus dan tidak melakukan penyimpangan sosial. Karena, selain jelas merugikan diri sendiri juga bisa merugikan orang lain.

Demikian ulasan mengenai penyimpangan sosial lengkap beserta pengertian hingga cara mengatasinya. Semoga setelah membaca artikel ini, kita bisa lebih sadar akan pentingnya menjauhkan diri dari penyimpangan sosial serta bisa menyelamatkan generasi-generasi muda. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Comment