Ketika Harus Memilih

Hidup ini memang banyak hal-hal yang membuat kamu pusing dan bingung. Hal-hal tersebut entah terkait dengan pekerjaan / karier, pendidikan, wanita ataupun hal lainnya. Akhir-akhir ini ada beberapa pilihan yang harus aku hadapi.

Pertama, terkait dengan pendidikan. Semenjak lulus dari sekolah menengah atas 2 tahun yang lalu / 2016, aku sudah dihadapkan dengan dua pilihan. Pertama, apakah aku harus lanjut kuliah dengan kondisi masih membebani orang tua. Kedua apakah aku harus langsung bekerja mengumpulkan uang untuk modal kuliah nantinya dengan kondisi aku yang masih tidak tahu apa apa ini.

Tahun tahun itu merupakan hal-hal yang paling krusial dan paling menentukan untuk perjalanan hidup aku selanjutnya. Aku pun sama seperti kalian yang baru lulus SMA, sama-sama merasakan ketika berada di usia dan kondisi yang masih labil, plin plan dan ikut-ikutan. Beberapa temanku yang ingin melanjutkan kuliah sama kondisinya, mereka melanjutkan kuliah karena ikut-ikutan tanpa perencanaan.

Aku sendiri tidak tahu mau mengambil jurusan apa nanti ketika hendak kuliah. Jujur aku adalah orang yang bisa dibilang agak sinis dengan sistem pendidikan di hampir sebagian negara khususnya negara tercinta ini. Ketika kamu kuliah kamu dihadapkan dengan berbagai mata pelajaran kamu, boleh aku sebutkan mendistorsi seluruh pikiranmu.

Hampir mustahil di dunia ini kita menjumpai dokter yang bisa memperbaiki mobil, Insinyur yang menyuntik pasiennya, supir angkut yang menjalankan pesawat. Kamu ingin menjadi seorang guru Bahasa Inggris, terus kamu ngapain kok belajar statistika, Pendidikan Kewarganegaraan, Matematika dan pelajaran lainnya yang tidak ada relasinya dengan pekerjaanmu.

Memang ironi… Berdalih karena sistemnya memang seperti itu, ya supaya bisa bermanfaat nantinya.

Oke aku tak akan menjelaskan panjang lebar tentang pendidikan, kita coba kembali ke koridor pembahasan.

Ya, Alhamdulillah aku sudah melewati satu tahun pertama lulus SMA. Singkatnya sekarang ketika aku menulis artikel ini, aku sudah 2 tahun lulus dari SMA.

Kondisiku sekarang untuk beberapa aspek ada perubahan, namun beberapa aspek masih sama khususnya pendidikan. Aku belum kuliah dan usiaku menurutku sudah gak cocok untuk kuliah.

Ya terserah kalian, mungkin diantara kalian beranggapan aku sekarang pengangguran, tak berguna, ngrepotin orang tua dan bla-bla-bla lainnya. Aku tak peduli, yang penting go head.

Banyak Pilihan

Aku sudah dewasa. Itu yang terpenting dalam keyakinanku. Pendapat khalayak umum diperkuat dengan berbagai teori pertumbuhan dan perkembangan manusia menyatakan bahwa manusia melewati 5 fase yaitu dalam kandungan, janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, alay, dewasa dan tua. Jadi aku merasa tidak melewati fase alay, jadi langsung dewasa.

Masa-masa dewasa ini bagi aku merupakan masa yang terbilang cukup menguras fikiran. Dulu aku bertanya-tanya apa yang difikirkan oleh orang dewasa, namun sekarang saya sudah cukup untuk merasakannya.

Sama seperti yang lain, Saat sekarang ini aku dihadapkan oleh pilihan tentang wanita. Ada banyak sekali wanita yang ingin aku jadikan sebagai partner. Dari berbagai daftar wanita tersebut, aku harus menyaring dan mensortir mana yang benar-benar terbaik untuk aku.

Anehnya dulu ketika masa-masa jomblo aku, tidak ada wanita yang mendekati aku, tapi sekarang malah banyak yang ngejar setelah mulai berani untuk buka-bukaan.

Selain urusan dengan wanita, aku juga dihadapkan dengan pilihan dalam urusan pekerjaan. Dulu tidak ada orang yang mengajak aku untuk bekerja sama karena aku bukan siapa-siapa. Sekarang mulai banyak orang yang ingin mengajak bekerja sama.

Analisis Swot

Hal yang pertama aku lakukan ketika dihadapkan dengan berbagai pilihan yang ada yaitu dengan melakukan analisis swot. Pilihan-pilihan tersebut kamu pertimbangkan kelebihan dan kekurangannya dan berbagai potensi peluang kedepannya.

Dengan melakukan analisis swot setidaknya mengurangi penyesalan dan menambah kemantapan. Memang misalnya ketika kita memilih pilihan a tentunya ada hal-hal yang tidak dapat kita dapatkan pada pilihan b dan seterusnya.

Mantapkan Hati

ketika sudah dihadapkan dengan banyak pilihan, sekarang saatnya kamu harus memilih. Kamu tidak bisa memilih semua karena dibatasi oleh waktu, energi dan kondisi. Yang paling terpenting kamu tambah kemantapan hatimu dengan melakukan sholat istikharah.

Jangan Melirik Yang Lain

Salah satu tips ketika kamu sudah memilih dan hatimu sudah mantap, sebaiknya kamu jangan melirik pilihan yang lain. Hal tersebut lebih baik bagimu. Jika kita menuruti hawa nafsu maka tidak ada habisnya dunia ini.

Ingat! diatas langit masih ada langit.

Demikianlah artikel tentang ketika harus memilih. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment